Home » » Biografi Ali Wardhana - Menteri Keuangan Indonesia ke-15

Biografi Ali Wardhana - Menteri Keuangan Indonesia ke-15

Ali Wardhana
Prof. Dr. Ali Wardhana
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan Indonesia ke-3
Masa jabatan: 19 Maret 1983 – 23 Maret 1988

Menteri Keuangan Indonesia ke-15
Masa jabatan: 6 Juni 1968 – 19 Maret 1983

Informasi pribadi (Biodata)
Lahir: 6 Mei 1928 Solo, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal: 14 September 2015 (umur 87) Jakarta
Agama: Islam
Prof. Dr. Ali Wardhana adalah salah satu anggota penasehat perekonomian orde baru dan pernah menjabat sebagai Menko Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan, selama 5 tahun, yaitu antara tahun 1983-1988. Sebelumnya, Ia pernah menjadi Menteri Keuangan untuk periode tahun 1968-1983. Ali merupakan Menteri Keuangan terlama, ia menjabat selama 15 tahun. Menteri Keuangan terkemuka ini menjabat Dekan FEUI selama 10 tahun, yaitu antara tahun 1967 sampai 1978. Kepakarannya juga diakui lembaga internasional. Pada September 1971 ia terpilih sebagai Ketua Board of Governors Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk periode 1971-1972.

Ali Wardhana lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 6 Mei 1928. Ia dikaruniai empat anak. Istri Ali, Rendasih Ali Wardhana binti Sulaeman Sukantabrata atau Renny, meninggal di Jakarta pada 8 September 2000.

Ali Wardhana menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi UI (1958). Kemudian, melanjutkan studinya ke University of California di Berkeley dan memperoleh gelar Master of Arts pada tahun 1961. Pada tahun 1962, berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dan meraih gelar Ph.D juga dari University of California dengan judul disertasi "Monetary Policy in an Underdeveloped Economy: with Special Reference to Indonesia".

Beberapa Karya ilmiah baik nasional maupun internasional yang telah dipublikasikan antara lain: "Foreign Exchange and its Implications in Indonesia", Ekonomi dan Keuangan Indonesia (Oktober 1957); "Beberapa segi Transmigrasi Spontan di Indonesia", Ekonomi dan Keuangan Indonesia (Februari 1957); "Inflasi dan Ketegangan-Ketegangan Strukturil", Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan (1965);

"Beberapa Catatan Mengenai Tindakan Pemerintah dibidang Ekonomi Moneter", seminar KAMI (1966); "Angaran Moneter: Alat Stabilisasi atau Inflasi", Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan (1966), "Economic Development and the Availability of Special Funds", Statement at the Annual Meeting of the Asian Development Bank (1969), "Concessional Loans and Technical Assistance", Statement at the Annual Meeting of the Asian Development Bank (1970).


Peran

Ali pernah meyakinkan Soeharto untuk menutup bea dan cukai pada 1985 dengan alasan biaya tinggi di pelabuhan. Penutupan bea dan cukai diharapkan dapat melancarkan arus barang untuk menunjang kegiatan ekonomi. Ali, bersama menteri keuangan kala itu, Radius Prawiro, juga pernah melakukan kebijakan mendevaluasi nilai rupiah terhadap dollar AS hingga 45 persen. Nilai tukar rupiah yang kala itu Rp 1.134 melemah menjadi Rp 1.644 per dollar AS.

Belum lama ini, gagasan-gagasan Ali Wardhana yang disunting oleh mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, dibukukan dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Buku Buku berjudul A Tribute to Ali Wardhana itu berisi 15 pidato di forum Bank Dunia dan IMF, empat makalah yang pernah ditulis, dan pandangan dari 16 kolega Ali. Buku tersebut akan dipamerkan pada Pameran Buku Frankfurt, Jerman, 7-11 Oktober 2015.

Banyak pemikiran Ali Wardhana yang relevan terhadap persoalan ekonomi terkini. Dalam makalah berjudul "Penyesuaian Struktur di Indonesia: Ekspor dan Ekonomi Biaya Tinggi", Ali telah memitigasi sejumlah persoalan di bidang ekspor. Saat itu, dunia mengenal Indonesia sebagai negara yang menikmati keuntungan besar sebagai pengekspor bahan mentah. Namun, Ali telah mengingatkan bahwa hal itu tidak bisa diandalkan karena tidak akan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Ali menegaskan pentingnya diversifikasi ekspor. Sektor dikembangkan dan harus beragam. Paling tidak, yang potensial adalah pertanian dan manufaktur.

Ali Wardhana meninggal dunia sekitar pukul 15.30 pada 14 September 2015 di Rumah Sakit Medistra, Kuningan, Jakarta pada usia 87 tahun.


Sumber: