Biografi Amoroso Katamsi - Pemeran Soeharto dalam Film G 30 S/PKI

Biografi Amoroso Katamsi - Pemeran Soeharto dalam Film G 30 S/PKI

Amoroso Katamsi
Amoroso Katamsi adalah seorang pemeran berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal lewat film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI yang dibuat pada tahun 1982 yang disutradarai oleh Arifin C. Noer dan melalui film Djakarta 1966 didukung oleh Umar Kayam dengan sutradara yang sama. Dalam Film G30S/PKI tersebut, Ia berperan sebagai Alm. Soeharto.


Amoroso Katamsi lahir 21 Oktober 1938 di Batavia, Hindia Belanda. Ia merupakan seorang tentara sekaligus dokter.

Amoroso mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Saat itu, ia mengajukan beasiswa ke berbagai instansi, termasuk ke Angkatan Laut Republik Indonesia. Amoroso pun diterima dan diangkat menjadi tentara.

Kegemarannya dalam dunia peran yang ia sukai sejak kecil tidak ia tinggalkan meski sudah menjadi tentara. Saat berkuliah di UGM pun ia sempat aktif di Kelompok Studi Drama Jogja. Di sini lah, Amoroso bertemu Arifin C Noer yang kelak menjadi sutradara film Pengkhianatan G30S/PKI.

waktupun berlalu, dua pekerjaan sekaligus profesi ia jalani yakni sebagai perwira militer dan teater. Saat pembuatan film Pengkhianatan G30S/PKI, Amoroso pun dipercaya memerankan tokoh Soeharto.

Perannya sebagai Soeharto membawa Amoroso mendapat nominasi Pemeran Utama Terbaik Festival Film Indonesia 1984. Namun, ia gagal menjadi pemenang dan membawa pulang piala.

Ternyata bukan sekali saja Amoroso berperan sebagai suharto,
Ia pernah berperan sebagai Soeharto dalam film Djakarta 1966, G30S/PKI, dan yang terbaru Di Balik 98. Amoroso pensiun dari militer dengan pangkat terakhir Laksamana Pertama TNI AL.

Di usianya yang semakin senja beliau sempat aktif di Kwartir Nasional pramuka, dan masih bergelut di dunia seni peran. Hingga kematian menjemputnya di ICU Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta.


Kematian

Amoroso Katamsi meninggal dunia di RS Angkatan Laut (RSAL) Dr. Mintohardjo, Jakarta pada Selasa 17 April 2018 pukul 01.40 WIB di usia 79 tahun.

Selama ini Amoroso Katamsi memang kerap mengeluh sakit. Sejak beberapa tahun terakhir, Amoroso Katamsi diketahui mengidap sakit diabetes dan gagal ginjal.

Selain itu, kondisi Amoroso Katamsi semakin menurun usai dirinya mengalami musibah pada awal Januari 2018. Ketika itu Amoroso sempat terjatuh dan menyebabkan tangannya patah. Sejak saat itu, kesehatan Amoroso Katamsi terus menurun, hingga akhirnya hilang kesadaran akhir pekan lalu.


Biodata Amoroso Katamsi
  • Nama lahir: Amoroso Katamsi
  • Lahir: 21 Oktober 1938 Batavia, Hindia Belanda
  • Meninggal: 17 April 2018 (umur 79) Jakarta, Indonesia
  • Kebangsaan: Indonesia
  • Pekerjaan: Pemeran
  • Tahun aktif: 1976 - sekarang
  • Pasangan: (Almh.) Pranawengrum Katamsi (1967-2006)
  • Anak: Ratna Katamsi, Aning Katamsi (1969), Doddy Katamsi (1983)

Filmografi

Film
  • Cinta Abadi (1976) dibintangi oleh Erna Santoso
  • Menanti Kelahiran (1976) dibintangi oleh Vonny Pawaka
  • Cinta Putih (1977) dibintangi oleh Yati Octavia
  • Terminal Cinta (1977) dibintangi oleh W.S. Rendra
  • Serangan Fajar (1981)
  • Djakarta 1966 (1982)
  • Pasukan Berani Mati (1982)
  • Perkawinan 83 (1982)
  • Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI (1984)
  • Bila Saatnya Tiba (1985)
  • Bisikan Setan (1985)
  • Pergaulan (1994)
  • Dibalik 98 (2015)
Sinetron
  • Hidayah (2005)
  • Di Atas Sajadah Cinta (2006)
  • Hingga Akhir Waktu (2008)
  • Anak Durhaka (2015)
  • Tukang Bubur Naik Haji (2013)
  • Orang-Orang Kampung Duku (2017)
  • Tuhan Beri Kami Cinta (2017)
Baca Selengkapnya
Mengenal Lebih Dekat Dokter Terawan - Penemu Metode 'Cuci Otak' yang Sembuhkan 40 Ribu Pasien

Mengenal Lebih Dekat Dokter Terawan - Penemu Metode 'Cuci Otak' yang Sembuhkan 40 Ribu Pasien

Dokter TerawanMayor Jenderal (Mayjen) TNI dr Terawan Agus Putranto adalah dokter ahli yang juga menjadi Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Namanya kini tengah ramai diperbincangkan karena pemecatan atau pemberhentian dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dokter Terawan dianggap telah melanggar kode etik karena metode 'cuci otak'nya dipersoalkan. Siapakah Dokter Terawan sebenarnya?


Terawan Agus Putranto lahir pada 5 Agustus 1964 di Yogyakarta. Pendidikan formalnya ia selesaikan dari mulai SD, SMP, SMA. Lalu ia melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Ia berhasil lulus sebagai dokter pada 1990 saat usianya menginjak 26 tahun.

Pengabdian pertamanya ia terapkan di intansi militer Angkatan Darat. Ia kemudian ditugaskan ke beberapa daerah, di antaranya Bali, Lombok, dan Jakarta.

Untuk memperdalam ilmu kedokterannya, ia mengambil Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Ia merasa bahwa ilmu Radiologi di Indonesia belum banyak berkembang, sehingga ia pun terketuk hatinya untuk memperdalam radiologi intervensi. Terawan lulus pada usia 40 tahun.

Terawan kemudia menambah keilmuannya dengan menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013.

Dalam pergumulannya dengan dunia medis, Terawan terbilang cerdas. Ia menemukan metode baru untuk penderita stroke. Metode yang biasa disebut brain flushing itu juga tertuang dalam disertasinya bertajuk “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis".

Disertasi tersebut ia sertakan dalam studi doktoratnya di Universitas Hassanuddin. Tentu saja, metode ini mengundang pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran. Namun, Terawan Agus Putranto mampu membuktikannya.

Dalam pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca operasi. Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten ‘Terawan Theory’.

Metode mengatasi masalah stroke ini kemudian disebut dengan terapi 'cuci otak' dan penerapan program DSA (Digital Substraction Angiogram).

Dokter Terawan membuktikan kepada dunia medis, bahwa meski menjadi dokter militer, ia tetap bisa memberikan penemuan metode baru dan pelayanan cepat kepada pasien stroke agar cepat sembuh.

Kualitas sosok Terawan makin sempurna setelah diangkat menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto pada 2015. Ia tak hanya bergelut untuk ego pribadinya sebagai dokter, tapi ia juga mampu mengelola rumah sakit secara profesional.

Atas pengabdiannya, Terawan mendapatkan sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA) terbanyak.

Terawan membuktikan kepada dunia medis, meski menjadi dokter militer, ia tetap bisa memberikan penemuan metode baru dan pelayanan cepat kepada pasien stroke agar cepat sembuh.


Profil Dokter Terawan
  • Nama lengkap: Terawan Agus Putranto
  • Tempat / Tgl Lahir: Yogyakarta, 5 Agustus 1964
  • Profesi: tentara
  • Hobi: menyanyi 
  • Keluarga: Istri: Ester Dahlia, Anak: Abraham Apriliawan

Karya / Prestasi:
  • Bintang Mahaputra Naraya, 2013
  • Hendropriyono Strategic Consulting (HSC), 2015
  • Penemu Terapi Cuci Otak dan Penerapan Program DSA Terbanyak, Rekor MURI, 2017
  • Penerima Bidang Kedokteran, Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XV, 2017
  • Praktik : RSPAD Gatot Subroto Jakarta, RS Gading Pluit, Kelapa Gading Jakarta. 

Pendidikan

  • S1, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM), 1990
  • S2, Spesialis Radiologi. Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, 2004
  • S3, Doktor Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanuddin (Unhas), Makassar, 2013

Karir
  • dokter, 1990
  • Tim Dok­ter Kepresidenan, 2009 
  • Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia 
  • Ketua World International Committee of Military Medicine
  • Ketua ASEAN Association of Radiology
  • Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, 2015-sekarang
  • Angggota, Akademi Ilmu Pengetahuan Yogyakarta (AIPYo), 2016 

Sumber:
  • Klik dokter
  • https://www.viva.co.id/siapa/read/516-terawan-agus-putranto
  • http://www.liputan6.com/health/read/3423586/sekilas-profil-ahli-cuci-otak-dokter-terawan-agus-putranto
Baca Selengkapnya
Profil Ustadz Fadlan Garamatan - Ulama Asli Papua Yang Mengislamkan Ribuan Warga Papua

Profil Ustadz Fadlan Garamatan - Ulama Asli Papua Yang Mengislamkan Ribuan Warga Papua

Ustadz Fadlan Garamatan
M. Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan atau biasa dikenal dengan Ustad Fadzlan Garamatan adalah seorang Warga asli Irian, berkulit gelap, berjenggot dan selalu berpakaian jubah. Berliau juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) yang dikenal karena telah mengislamkan sekitar 220 suku di papua dengan berdakwah ke daerah pelosok papua. Beliau juga yang telah mengislamkan sebanyak 3712 warga Papua untuk Bersyahadat.


M. Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan lahir pada 17 Mei 1969 di Patipi, Fak-fak.  Anak ketiga dari tujuh bersaudara ini lahir dari keluarga muslim. Ayahnya bernama Machmud Ibnu Abubakar Ibnu Husein Ibnu Suar Al-Garamatan, dan sang ibu, Siti Rukiah binti Ismail Ibnu Muhammad Iribaram. ayahnya adalah seorang guru mengaji di kampungnya yang bekerja sebagai guru SD, juga.

Fadzlan masih keturunan Raja Pattipi, penguasa kerajaan Islam pertama di Irian. Pendidikan dasar sampai SMA ditempuh di Fak-Fak. Tahun 1980 melanjutkan ke Fakultas Ekonomi universitas ternama di Makassar, lulus 1984. Meski orangtuanya guru dan punya penghasilan lumayan dibanding warga sekitarnya, Fadzlan kuliah dengan biaya sendiri. Ia jualan minuman ringan dengan gerobag dorong.

Tak cukup menimba ilmu agama dari sang ayah, saat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar tahun 80’an, Fadlan Garamatan kemudian aktif di berbagai organisasi keagamaan di Makassar dan Jawa. Misalnya menjadi Sekretaris Bidang Pembinaan Remaja Masjid Raya Makassar, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan berbagai kegiatan keagamaan di kampus.

Aktivitasnya itu membuat Fadzlan kerap tampil di atas mimbar. Tiap pulang kampung, yang dilakukannya bukan bercengkerama dengan keluarga, tetapi berdakwah. Mula-mula di sekitar Fak-Fak, lalu ke Sorong, Nabire, Jayapura, dan seterusnya.

Setelah lulus, pemilik akun Tweitter @fadlannuuwaar ini memilih untuk menjadi seorang Da’i, penyeru agama Islam dan mengangkat harkat martabat orang Fak-fak, Asmat, dan orang Irian lainnya. Dia tidak setuju kalau orang-orang ini dibiarkan tidak berpendidikan, tel4nj4ng, mandi hanya tiga bulan sekali dengan lemak babi, dan tidur bersama babi. Semua penghinaan itu hanya karena alasan budaya dan pariwisata. ”Itu sama saja dengan pembunuhan hak asasi manusia” katanya.


Menikah

Karena kesibukannya berdakwah, Fadzlan jadi “telat” menikah. Baru kesampaian tahun 1998, dengan menyunting Sri Ratu Fiftin Irjani, Muslimah berdarah Bugis. Allah telah menganugerahinya seorang putra tampan bernama Muhammad Fakar al-Fakih (7 tahun).


Berdakwah di tanah Papua

Cita-citanya memperluas Syiar Islam di tanah Papua, ia wujudkan dengan aktif memilih jalan dakwah. Beliau mendirikan Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara. Melalui lembaga sosial dan pembinaan sumber daya manusia ini, Ustadz Fadlan mengenalkan Islam kepada masyarakat Irian sampai ke pelosok. Dia pun mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada, mencarikan kesempatan anak-anak setempat mengenyam pendidikan di luar Irian.

Tempat yang pertama kali dikunjungi untuk berjuang dan berdakwah adalah lembah Waliem, Wamena. Dengan konsep kebersihan sebagian dari iman, Fadlan mengajarkan mandi besar kepada salah satu kepala suku. Ternyata ajaran itu disambut positif oleh sang kepala suku. ”Baginya mandi dengan air, lalu pakai sabun, dan dibilas lagi dengan air sangat nyaman dan wangi,” jelasnya.

Selain itu juga ada beberapa orang yang tertarik dengan ibadah sholat. Sambil mengingat masa itu, dia bercerita, ”Di Irian itu, babi banyak berkeliaran kayak mobil antri. Sehingga untuk mendirikan sholat harus mendirikan panggung dulu. Saat itu orang-orang langsung mengelilingi. Selesai sholat, kami ditanya mengapa mengangkat tangan, mengapa menyium bumi?”.
Jawabnya,”Kami bersedekap bertanda kami menyerahkan diri kepada satu-satunya Pencipta seluruh alam. Mencium bumi karena disinilah kita hidup. Tumbuhan dan hewan, yang mana makanan kita berasal dari mereka juga tumbuh di atas bumi”

Dalam berdakwah, beliau selalu mengajarkan kebersihan, dialog dengan apa yang mereka pahami, pergi ke hutan rimba, dan membuka informasi. Dengan dakwah yang sudah dijalankannya selama 19 tahun ini, banyak orang yang masuk Islam di sana. Tercatat 45% warga asli memeluk agama Islam. Jika ditambah dengan para pendatang, maka pemeluk Islam sebanyak 65% dari seluruh manusia yang ada di pulau burung tersebut.

Di setiap daerah yang dikunjungi, Ust.Fadlan selalu bersikap santun. Shalat di tengah-tengah komunitas `asing’ tak pernah ia tinggalkan. Perlahan-lahan jejaknya diikuti oleh masyarakat setempat. `’Ketika menyaksikan mereka mengucapkan dua kalimat syahadat, saya tidak kuat. Air mata menetes,” ucapnya.


Kisah dakwah Ustadz Fadlan Garamatan di pedalaman

Dikisahkan, Ust Fadlan pernah berdakwah sendirian untuk menuju suatu perkampungan dengan waktu tempuh tercepat 3 bulan berjalan kaki. Dan Subhanallah hal tersebut tidak pernah menyurutkan hatinya untuk terus berdakwah, jika ada aral melintang dia selalu kembalikan kepada Allah SWT, dan dia selalu ingat bagaimana dulu Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam berdakwah dengan jarak ribuan kilo dan di padang tandus.

Dikisahkan pula,pada suatu waktu Ust. Fadlan menceritakan tatkala ia bersama 20 orang berniat ingin mengunjungi daerah yang masyarakatnya masih asing dengan orang luar. Saat bertemu dengan daerah tersebut, mereka langsung berhadapan dengan panah-panah beracun, hingga badan Ustadz Fadlan Garamatan terkena anak panah. Namun kemudian sang kepala suku menolongnya dan mengantar ke Rumah sakit di Makassar. Hingga akhirnya setelah pulang ketua adat tersebut akhirnya mengikrarkan diri masuk Islam.


Sumber: 
  • http://www.republika.co.id/tokoh-perubahan/landingpage/2010.php
  • http://dakwahafkn.wordpress.com/
  • http://www.facebook.com/RKIINSPIRATIF
  • www.hidayatullah.com
Baca Selengkapnya
Biografi Lengkap KH. Drs. Ahmad Ihsan ( Ustadz Cepot )

Biografi Lengkap KH. Drs. Ahmad Ihsan ( Ustadz Cepot )

KH. Drs. Ahmad Ihsan (Ustadz Cepot )
KH. Drs. Ahmad Ihsan atau yang lebih dikenal dengan Ustadz Cepot adalah salah satu Penceramah, Mubalig yang sering muncul di Acara televisi Indonesia sebagai penceramah agama Islam. Saat berceramah, Ustadz ini selalu memakai pakaian mirip wayang khas Jawa Barat yaitu Cepot. Hiasan kepala yang umumnya dipakai seorang ustadz seperti Kopiah beliau ganti dengan iket (tutup kepala) kahas Sunda yang biasa dipakai Cepot.

Selain penampilan, gaya bahasanyapun mirip misrip cepot saat diperankan sang dalang. Dari mulai cara tertawa, nada suara... begitu mirip cepot. Saat berdakwah Ustaz Cepot selalu membawa tongkat dan tawanya yang khas Maka wajarlah bila orang menyebut beliau sebagai Ustadz Cepot.

Dalam memberikan wejangan maupun nasihat, tidak sedikit para penonton di dalam studio Televisi maupun penonton di rumah dibuat tertawa terpingkal-pingkal.


Biografi

Drs. KH. Ahmad Ihsan lahir di Tangerang, 9 April 1958. Beliau adalah putra dari 7 bersaudara pasangan orang tua keturunan Betawi bernama H. Syai’in dan Hj. Masnun. Pendidikan Agamanya diawali di Darurrahman Jakarta, sebuah pesantren asuhan KH. Syukron Ma’mun. Disinilah disiplin ilmu agama dan pengembangan dirinya dimulai.

Kemudian ia lanjutkan kepesantren Al-Makmur Kota Tangerang. Kemudian beliau menempuh pendidikan S1 di UIN Bandung, Fakultas Tarbiyah. Sambil kuliah beliau masih mengaji di sebuah pesantren salafy Bustanul Wildan di daerah Cileunyi, Bandung.

Semasa mudanya beliau sangat semangat dalam berorganisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan. Saat itulah ia mulai berkembang menjadi pemuda yang menonjol, kepemimpinannya pun mulai tumbuh. Hal ibi terbuknti dengan adalnya HIMATA (Himpunan Mahasiswa Tangerang) yang merupakan salah satu organisasi yang pernah ia lahirkan bersama rekan-rekannya.

Ihsan muda memiliki sifat sederhana dan prihatin yang menjadi pola hidupnya, semangatnya tidak pernah luntur dalam mengejar cita-cita. Sering kali ia memilih menghabiskan uang sakunya yang terbatas untuk membeli buku-buku kuliah dibandingkan untuk kebutuhan hariannya.

Setelah studinya selesai, iapun kembali ke kampung halamannya di Neroktog, Tangerang. Walaupun dirinya sempat diajukan sebagai calon dosen dan harus menetap di Bandung, ia lebih memilih mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru dan membangun umat di tanah kelahirannya.
Rupanya jalan harapan tidak selalu seperti yang diinginkan, hingga ia sempat berprofesi sebagai pedagang asongan r0k0k untuk membantu biaya hidup keluarga.

Hidup yang penuh dengan tantangan tersebut tidak berlangsung lama, bermodal ilmu agama yang ia miliki, ia pun mengajar Al-Qur’an dan menjadi guru di beberapa sekolah. Karena bakatnya dalam menyampaikan ilmu agama, lelaki yang pernah menjadi kepala sekolah dibeberapa sekolah ini pun mulai menjadi ustadz muda di berbagai majlis ta’lim.

Masyarakat pun menerima gaya penyampaiannya yang apa adanya namun indah dan terarah. Ia pun aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi pemuda. Tercatat ia pernah aktif di LBIQ ( Lembaga Bahasa dan Ilmu Qur’an) Jakarta yang telah menghasilkan guru-guru besar dan para ulama.


Menikah

Drs. Ahmad Ihsan menikah pada tahun 1995 dengan  Ruqoyyah, seorang gadis ayu dan sholehah asal Purworejo. Sesudah berkeluarga keduanya tetap aktif menjadi guru ngaji, Undangan dakwah mulai berdatangan dari berbagai daerah, termasuk daerah diluar pulau jawa. Hingga saat ini, mereka dikarunia 5 putra putri yaitu Faiz Dzu Darain, Fadlah Qonita, Fasya Annisa, Fahma Azkia dan Farasy Aulia.


Mendirikan Pesantren

Pada tahun 2001 KH. Drs. Ahmad Ihsan mendirikan Pondok Pesantren Ibadurrahman. beliau mendirikan pesantren ini dengan uang seadanya. Dengan pengalaman beliau sebagai seorang pendidik, pesantren inipun terus berkembang dengan sentuhan nilai-nilai edukasi dan sosial. Hingga kini ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia pernah mengenyam pendidikan di pesantren yang ia asuh.

Nama KH. Drs. Ahmad Ihsan semakin dikenal luas dalam menyiarkan agama islam. Tahun 2006, adalah tahun pertama berdakwah di stasiun televisi nasional. Hampir seluruh Indonesia pernah ia datangi untuk mensyiarkan islam, termasuk keluar negeri. Kini dengan karakter dan tekad kuatnya, hari-harinya diisi dengan kesibukan berdakwah dan membina umat dan para santri menjadi umat terbaik.


Diberitakan Meninggal Dunia

"Innalilahi Wainnailaihi Rojiun Telah berpulang ke Rahmatulloh Kamis 8 Maret 2018,  Bapak KH. Drs. Ahmad Ihsan yang sering kita dengar dengan sebutan Ustadz Cepot Pimpinan Pondok Pesantren Ibdurahman Cipondoh Tangerang. Semoga Allah Swt menerima segala amal kebaikannya melapangkan kuburnya dan menempatkannya ditempat yg terbaik terindah diSisi Nya. Aamiin Yaa Allah..."

Itulah pesan yang Admin terima dari grup media sosial Whatsapp. Namun ternyata berita tersebut adalah bohong alias HOAX.

Klarifikasi datang dari Alumni PON-PES Ibadurrahman yang banyak dishare di Facebook, berikut ini pernyatannya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kami Alumni PON-PES Ibadurrahman menyayangkan adanya isu bohong/hoax yang menyatakan bahwa Kiayi H. Drs. Achmad Iksan atau yang kerap disapa Kiayi Cepot meninggal dunia.

Untuk diketahui, sampai saat ini bahwa Kiayi H. Drs. Achmad Iksan atau yang kerap disapa Kiayi Cepot dalam keadaan sehat wal; afiat.

Terimakasih

Selain itu ada juga informasi beredar di grup-grup Whatsapp (WA) dari  ust  Matsani  Guru di  pondok pesantren  kyai  Cepot

Assalamualaikum

Sedikit klarifikasi untuk teman2 yang denger atau baca berita bahwa kyai Cepot meninggal dunia. Saya sampaikan bahwa berita tersebut tidak benar alias HOAX.

 Kesehatan beliau memang menurun drastis pasca perawatan dari kanker paru stadium 4, dan sekarang masih dalam pengawasan Master dalam pengobatan full herbal.

Terima kasih (informasi dari  ust  Matsani  Guru di  pondok pesantren  kyai  Cepot)
*smg diberikan kesehatan kembali buat Ust Ahmad Ihsan (Ust Cepot)


Sumber Artikel:
Baca Selengkapnya
Siapakah Gabriel García Márquez yang Muncul Di Google Hari Ini?

Siapakah Gabriel García Márquez yang Muncul Di Google Hari Ini?

Ulang tahun Gabriel García Márquez ke-91
Ulang tahun Gabriel García Márquez ke-91

Hari ini Selasa. 5 Maret 2018, Google menampilkan sebuah Lukisan warna warni kota Macondo di tengah hutan Amazon yang lebat. Menembus celah kanopi hutan hujan yang lembab, tampaklah kota cermin. Kota yang merupakan rumah bagi keluarga Buendia, dan tempat lahirnya berbagai keajaiban.

Mulai dari ikan kecil yang terbuat dari emas, kupu-kupu kuning raksasa, hingga kereta yang mendesis merdu di bawa 'Blue Moon'. Satu-satunya tamu disana hanyalah sosok gipsi misteris yang meriwayatkan berbagai cerita aneh.

Tampak di sebelah kiri Doodle tersebut sebuah siluet wajah seseorang, dia adalah Gabriel García Márquez, siapakah dia? mari kita telusuri faktanya.

Gabriel García Márquez Gabriel José de la Concordia García Márquez (pengucapan bahasa Spanyol: [ɡaˈβɾjel ɣarˈsi.a ˈmarkes] adalah seorang novelis, jurnalis, penerbit, dan aktivis politik Kolombia. Ia dilahirkan di kota Aracataca di departemen Magdalena, namun hidupnya kebanyakan dijalaninya di Meksiko dan Eropa. Saat ini ia banyak menghabiskan hidupnya di Mexico City.

Pria yang dikenal dengan panggilan sayang Gabo ini dianggap sebagai salah satu penulis paling penting di abad ke-20. Peraih nobel Kesusastraan itu telah menulis lebih dari 25 buku. Karya-karyanya secara luar biasa mampu membawa pembacanya ke dalam dunia realisme magis sehingga merasa berada di daerah tropis yang lembab.

Istilah realisme magis muncul karena gaya bertuturnya yang hidup dengan cerita mencampurkan kenyataan dan hal gaib. Selain itu ia juga menggunakan Bahasa Spanyol.

Keberanian Gabo yang tajam dalam mengangkat isu politik, menjadi salah satu alasan karya-karya non-fiksinya sangat fasih mendokumentasikan masa-masa dimana ia hidup. Salah satunya adalah berita tentang penculikan, yang menjadi satu cerita Gabo paling terkenal.

Meski telah tiada, Gabriel Garcia Marquez tetap menjadi ikon budaya yang terus bersinar di dunia sastra dan jurnalistik terutama di Amerika Latin.

MACONDO adalah sebuah kota fiksi yang ada dalam novel 'A Hundred Years of Solitude'. Sebuah karya agung penulis asal Kolombia Gabriel Garcia Marquez.

Kota Macondo yang penuh magis, dengan indah dilukiskan dalam Google Doodle hari ini, Selasa, 6 Maret 2018. Hari ini merupakan hari lahir Marquez, yang meninggal pada 17 April 2014 silam di usia 87 tahun.

Pria yang dikenal dengan panggilan sayang Gabo, di Amerika Latin tersebut tutup usia karena menderita gangguan pernafasan dan infeksi air seni.

García Márquez juga dikenal karena persahabatannya dan dukungannya yang kuat terhadap Fidel Castro. Ia pun pernah mengungkapkan simpatinya terhadap sejumlah kelompok revolusioner Amerika Latin, khususnya pada tahun 1960-an dan 1970-an. Ia juga kritis terhadap situasi politik di Kolombia. Meskipun ia banyak dituduh oleh anggota-anggota pemerintah Kolombia beberapa dasawarsa yang lalu, tidak ada bukti bahwa ia pernah secara terbuka mendukung kelompok-kelompok gerilya seperti FARC dan ELN yang beroperasi di Kolombia. Sejak awal tahun 1980-an, García Márquez sesekali pernah menjadi fasilitator yang tidak menonjolkan diri, biasanya bersama dengan Fidel Castro, dalam sejumlah perundingan antara pemerintah dan kaum gerilya.

García Márquez adalah ayah dari sutradara TV dan film Rodrigo Garcia. García Márquez meninggal karena pneumonia di usia 87 tahun pada 17 April 2014 di Mexico City.


Sumber:
Baca Selengkapnya