Biografi Lolyta Agustina - Penderita Kanker Tulang Yang Viral Di Medsos

Biografi Lolyta Agustina - Penderita Kanker Tulang Yang Viral Di Medsos

Lolyta Agustina

Lolyta Agustina adalah seorang penderita Sarkoma Ewing (sejenis kangker tulang langka) yang kisahnya sempat viral di medsos pada akhir 2016. Gadis berusia 20 tahun tersebut dikabarkan meninggal, Kabar meninggalnya Lolyta Agustina pada Senin (16/10/2017) langsung menjadi viral. 

Pada akhir tahun 2016 yang lalu, Lolyta Agustina melalui akun instagramnya @lolytagstna, menggunggah video permintaan obat Dachiony untuk keperluan kemoterapi. Kisahnya kemudian dibagikan berkali-kali oleh banyak akun di media sosial.

Penyakit yang diderita oleh gadis cantik ini berawal saat ia terjatuh dari motor, ia mendapati luka di kakinya. Dokter menyatakan bahwa ia mengidap kanker, dan kakinya yang meradang harus diamputasi.

Meski sudah diamputasi, namun virus kanker sudah terlanjur menjalar ke bagian tubuh yang lainnya bahkan hingga ke paru-paru. Akibatnya, gadis Alumnus SMA 60 Jakarta ini sempat alami kesulitan bernafas dan harus terbaring lama di rumah sakit. Iapun sempat dirawat di IGD karena mengalami kejang dan semakin kesulitan bernafas.

Dulu, Lolyta yang selalu terbaring di tempat tidur ruang perawatan rumah sakit nampak sangat kurus, tapi dalam foto-foto terbarunya Lolyta terlihat lebih segar dan gemukan, serta pipinya pun terlihat sangat chubby.

Namun 5 September lalu dalam Instagramnya, Lolyta menceritakan bahwa dirinya ingin mencoba untuk melalukan therapy bawang dayak.

“Aku mau mencoba therapy bawang dayak selagi berhenti chemotherapy & @hamada_tangerang juga sedang melakukan pencarian bawang dayak dalam masih berbentuk bawang atau capsul untuk aku konsumsi. Disini ada juga ga ya yang sedang melakukan therapy dengan bawang dayak? SHARE CERITA KALIAN THERAPY MENGGUNAKAN BAWANG DAYAK DI COMMENT YA GUYS,” tulis Lolyta.


Meninggal dunia


Lolyta Agustina -

Lolyta Agustina dikabarkan meninggal dunia pada Senin (16/10/2017). Kabar duka tentang kepulangan Lolyta disiarkan hari Senin (16/10/2017) oleh keluarga melalui akun Instagram @lolytagstna:

"Assalamualaikum, sekali lagi kami pihak keluarga Almarhumah Lolyta Agestina Sari mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas dukungan, doa dan segala bentuk bantuan teman-teman sekalian.

Lolyta dimakamkan siang tadi di TPU Duri Kepa, sekiranya apabila semasa hidup Almarhumah pernah berbuat salah kepada teman-teman, tolong dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
Semoga apa yang telah beliau lewati selama ini, sakit yang beliau rasakan selama ini sebagai penghapus doanya.

Semoga amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT, dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di Surga-Nya.

Semoga kelak kita dapat berkumpul kembali di Surga-Nya. Aamiin allahumma aamiin"


Sumber
Baca Selengkapnya
Profil dan Biodata Mori Hanafi

Profil dan Biodata Mori Hanafi

Mori Hanafi
Mori Hanafi, SE, M. Com adalah adalah seorang pria lulusan perguruan tinggi di Australia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB.

Ia merupakan bakal calon wakil gubernur NTB untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang.

Pria kelahiran Jakarta, 21 Juli 1972 ini dikenal menguasai sejumlah bahasa.  Mori Hanafi kini bertempat tinggal di Kelurahan Paruga Rasanae Barat Kota Bima.
Baca Selengkapnya
Biografi Olaudah Equiano - Tokoh Pembebasan Perbudakan

Biografi Olaudah Equiano - Tokoh Pembebasan Perbudakan

Olaudah Equiano
Profil Olaudah Equiano
  • Lahir: Sekitar tahun 1746 Essaka, Igbo (diklaim)
  • Meninggal: 31 Maret 1797 (umur 51–52) Paddington Street
  • Nama lain: Gustavus Vassa, Graves
  • Pekerjaan: Penjelajah, penulis, pedagang, abolisionis
  • Dikenal karena: Berpengaruh terhadap gerakan abolisionisme Britania; otobiografinya
  • Anak: Joanna Vassa dan Anna Maria Vassa

Olaudah Equiano, pada masa hidupnya dikenal dengan julukan Gustavus Vassa (/ˈvæsə/), adalah seorang budak yang telah dibebaskan dan mendukung pergerakan penghapusan perdagangan perbudakan di Britania Raya. Otobiografinya yang diterbitkan pada tahun 1789 membantu memperkuat dukungan terhadap Undang-Undang Perdagangan Budak 1807 yang mengakhiri perdagangan budak di Britania dan koloni-koloninya.

Equiano lahir Tahun 1745 di Essaka, kawasan yang sekarang merupakan wilayah Nigeria. Ketika berusia 11 tahun, dia diculik lalu dijual. Inilah awal mula status budak melekat pada Olaudah Equiano.

Olaudah Equiano pernah menjadi budak dari berbagai macam kalangan, termasuk pernah dibeli oleh seorang kapten kapal. Dalam masa perbudakannya, dia pun berpindah-pindah tempat seiring bergantinya pemilik. Mulai dari Hindia Barat sampai Virginia.

Pemilik terakhirnya adalah Robert King, seorang pedagang Quaker Amerika Serikat yang mengizinkan Equiano untuk berdagang. Equiano berhasil membeli kebebasannya pada tahun 1766.

Setelah lepas dari perbudakan, dia memutuskan tinggal di Inggris pada tahun 1767. Di sana dia lantas menyusun berbagai tulisan. Selain itu, Olaudah Equiano juga aktif memberikan ceramah-ceramah terkait kejamnya dunia perbudakan.

Equiano juga bekerja dan berkelana selama dua puluh tahun sebagai pelaut, pedagang dan penjelajah di Karibia, Arktik, Tiga Belas Koloni, Amerika Tengah dan Selatan, serta Britania Raya.

Setelah menetap di London, Equiano menikahi seorang perempuan Inggris yang bernama Susannah Cullen pada tahun 1792 dan mereka dikaruniai dua orang anak.

Di London, Equiano merupakan anggota Sons of Africa, kelompok abolisionis yang terdiri dari orang-orang Afrika yang tinggal di Britania, dan ia merupakan pemimpin pergerakan anti-budak yang penting pada tahun 1780-an.

Sebagai seorang manusia yang bebas, hidup Equiano penuh dengan rasa stres; ia terus menurus terpikir untuk bunuh diri hingga ia akhirnya menganut agama Kristen Protestan. Ia meninggal pada tahun 1797 di London, tetapi lokasi kuburannya tidak diketahui. Kematiannya diliput oleh koran Britania dan Amerika.

Semenjak tahun 1967, memoirnya telah dianggap sebagai "permulaan sastra Afrika modern yang sesungguhnya". Otobiografi yang dia tulis akhirnya menjadi salah satu tonggak penting dalam penghapusan praktik perbudakan. Itu karena otobiografi tersebut dianggap sebagai karya tulis narasi pertama terkait perbudakan.


Google Rayakan Ulang Tahun Olaudah Equiano ke-272
Google Doodle (ulang tahun  Olaudah Equiano ke-272)
Senin 16 Oktober 2017 Google memperingati hari lahir Olaudah Equiano ke-272. Dalam halaman depannya Google menampilkan tokoh pembebasan perbudakan tersebut.

Sosok Equiano digambarkan dalam pose menulis. Lengkap dengan pena bulu di tangannya dan sebuah buku. Di bagian latar, sebuah rantai yang putus menggambarkan kebebasan. Tak ketinggalan pula dua kapal lengkap dengan lautan turut menjadi background. Unsur-unsur gambar yang dipajang Google dalam doodle mereka hari ini tentu bukan tanpa arti. Gambar-gambar tersebut menjadi simbol dari perjalanan hidup Equiano.


Sumber:
Baca Selengkapnya
Biografi Choirul Huda - Kiper Sekaligus Kapten Persela FC

Biografi Choirul Huda - Kiper Sekaligus Kapten Persela FC

Choirul Huda
Profil dan Biodata Choirul Huda
  • Nama lengkap: Choirul Huda
  • Tanggal lahir: 2 Juni 1979
  • Tempat lahir: Indonesia Lamongan, Jawa Timur, Indonesia
  • Tanggal meninggal: 15 Oktober 2017 (umur 38)
  • Tempat meninggal: Lamongan, Jawa Timur, Indonesia
  • Tinggi: 181 m (593 ft 10 in)
  • Posisi bermain: Kiper
  • Klub terakhir: Persela Lamongan

Choirul Huda merupakan pemain sepak bola Indonesia yang sampai kini hanya membela klub Persela Lamongan di Liga 1 Indonesia. Selain menjadi pesepakbola Huda juga tercatat menjadi salah satu Pegawai Negeri Sipil di Pemerintahan Kabupaten Lamongan sejak 2002 silam.

Choirul Huda lahir di Lamongan, Jawa Timur pada 2 Juni 1979. Ia bermain di klub Persela Lamongan sejak tahun 1999. Pemain bertinggi 1,81 m dan berat 78 kg tersebut adalah salah satu pemain senior di Persela yang memiliki banyak pengalaman di Liga Indonesia.

Choirul Huda meninggal dunia di RSUD dr Soegiri pada Minggu 15 Oktober 2017. Nyawanya tak terselamatkan usai mengalami benturan saat bertanding melawan Semen Padang di Stadion Surajaya.

Sebelumnya, saat membawa Persela menang 2-0 ketika melawan Semen Padang, Huda tak sadarkan diri karena terlibat benturan dan harus diganti pada menit ke-45.

Choirul berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues De Mesquita saat hendak mengamankan bola dari Marcel Sacramento.

Tim medis langsung bergerak cepat dengan masuk ke lapangan, menempatkan Huda di tandu, lalu membawa keluar lapangan. Huda kemudian diberikan alat bantu pernapasan dari tabung oksigen.

Setelah itu, pemain yang membela Persela Lamongan sejak 1999 ini diangkut dengan mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit langsung Choirul mendapatkan perawatan gawat darurat. Namun sayang, tak berselang lama Choirul Huda meninggal dunia.

Dikutip dari Viva.co.id, Dokter Andri Nugoroho, selaku Kepala Unit Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Soegiri menuturkan, meninggalnya Choirul kemungkinan akibat trauma pada dada, kepala, dan leher. Hal itu disebabkan karena adanya benturan di dada dan rahangnya.


Prestasi yang diraih bersama Persela
  • Juara 1 piala Gubernur Jawa Timur edisi 2003, 2007, 2011 dan 2012.
  • Peringkat ke 4 Liga Super Indonesia pada musim 2011/1012.
  • Prestasi terbaik menjadi peringkat ke 3 Grup 2 Divisi 2.
Baca Selengkapnya
Biodata Claudia Adinda - Istri Derby Romero

Biodata Claudia Adinda - Istri Derby Romero

 Claudia Adinda
Profil Claudia Adinda
  • Lahir:  11 Mei 1989
  • Pendidikan: UNSW Art and Design Paddington, New South Wales Australia.
  • Profesinya / pekerjaan: model, designer
  • Agama: Islam
  • Akun media sosial: Twitter @claudia_adinda, Instagram @miss_adinda_mae.


Claudia Adinda adalah seorang model, pengusaha, Fashion Designer dan fashion Blogger. Ia baru saja dipersunting oleh seorang Aktor Indonesia bernama Derby Romero yang terpaut satu tahun lebih muda.

Clauda Adinda lahir pada 11 Mei 1989. Sejak dulu dirinya tidak pernah tinggal di Indonesia. Claudia telah menyelesaikan studi di universitas yang ada di New South Wales Australia, yaitu UNSW Art and Design Paddington.

Profesinya adalah seorang model. Selain itu, ia juga memiliki bisnis, dan seorang desainer. Jika ingin lebih mengenal model yang gayanya lumayan nyentrik ini Anda bisa follow twitternya di @claudia_adinda dan instagramnya di @miss_adinda_mae.


Pertemuan dengan Derby Romero

Sebelum berkenalan dengan Claudia Adinda, ternyata Derby adalah fans berat dari Claudia. Perkenalan Derby dan Claudia Adinda terjadi setelah ia dikenalkan oleh temannya di pulau Dewata, Bali. Ternyata Claudia suka juga dengan Derby meski dia tidak tahu bahwa Derby adalah seorang aktor. Dari pertemuan itulah akhirnya Derby dan Claudia Adinda resmi berpacaran pada Desember 2015.


Menikah

Claudia Adinda (28) resmi menikah dengan Aktor Martua Rumero Derby Nainggolan atau yang lebih dikenal dengan Derby Romero (27).

Dikutip dari makassar.tribunnews.com, Pesta pernikahan Derby dengan Claudia berlangsung secara tertutup di bawah pengamanan ketat di Villa Ombak Biru, Jalan Batu Belig Gang Phalosa, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (14/10/2017).

Keduanya mengikat janji sucinya dan pemberkatan sekitar pukul 17.30 WIB. Lalu, pada Sabtu malamnya digelar resepsi.
Baca Selengkapnya