Profil Ance Selian - Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018

Profil Ance Selian - Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018

Ance Selian
Ance Selian
Ance Selian adalah kader Partai Demokrat. Ia menjadi Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara bersama dengan Calon Gubernur Sumatera Utara, Dr JR Saragih SH untuk Pilkada Sumut yang digelar pada 20 Juni 2018. Pasangan calon Dr JR Saragih SH, MM dan Ance Selian didukung oleh koalisi partai Demokrat, PKB, dan PKPI. 

Pasangan JR Saragih – Ance Selian adalah pasangan Cagubsu/Cawagubsu yang merupakan orang asli Sumut.

Ance Selian lahir di Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) pada 1 Maret 1964. Ance anak ke lima dari tujuh bersaudara, di mana empat perempuan dan tiga laki-laki. Anak dari pasangan Jasobandingon Siregar dan Munti Harahap. Meski ayahnya bermarga Harahap, namun marga Siregar tidak dicantumkan dalam namanya, sebagaimana lajimnya orang-orang Batak yang memiliki marga Siregar.

Ayahnya, adalah pensiunan Tentara, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari juga sebagai petani. Sejak kecil, ia menghabiskan masa sekolah di pesantren. Ance dibesarkan dan aktif bersama Nahdatul Ulama.

Pemilik akun Twitter @ance_pkb yang merupakan mantan anggota DPRD Sumut priode 2009-2014. Kini Ance Selian menjabat sebagai Ketua DPW PKB Sumut. Karir politiknya, murni di PKB. Ance tetap konsisten di PKB dan tidak pernah tergiur untuk hijrah ke partai lain.

Ance pernah dinobatkan menjadi tokoh peduli Santri di Sumut dan tokoh peduli kitab Kuning. ia selalu aktif dalam berbagai kegiatan. Bahkan ketika NU membentuk PKB, Ance Selian pun diamanahkan ummat untuk ikut mengurusi rumah besar kaum Nahdliyin itu.

Ance Selian terpilih pertama kali pada Muswil IV menjadi Ketua DPW PKB Sumut untuk priode kepengurusan 2012-2016. Kemudian pengangkatan kembali untuk priode 2016-2021. Priode ini tidak berdasarkan hasil Muswil, tapi berdasarkan pengangkatan dan penetapan DPP PKB, atas penilaian dan keseriusan kinerja priode berjalan.

Di bawah kepemimpinan Ance Selian dengan Sekretaris Jansen Harahap, PKB Sumut berkembang pesat menjadi salah satu partai yang mulai diperhitungkan. Dia berhasil menempatkan kader-kadernya di DPRD Kabupaten/Kota, DPR RI dan kini mendudukkan tiga kadernya di DPRD Sumut.

Ance Selian menikah dengan seorang Notaris, Helma Ariyanti SH,SpN. Dari pernikahannya dikaruniai anak: Rizki Ananda dan Rifki Ananda.
Baca Selengkapnya
Biodata Arie Dwi Andhika - Suami Ardina Rasti

Biodata Arie Dwi Andhika - Suami Ardina Rasti

Arie Dwi Andhika
Arie Dwi Andhika adalah aktor dan bintang iklan berkebangsaan Indonesia. Ia kemudian melebarkan sayap sebagai bintang sinetron Indonesia.

Pria kelahiran Jakarta, 10 Januari 1984 ini mengawali karir sebagai bintang model iklan. Iklan terkenal yang pernah dibintanginya di antaranya, Fanta Merah, Sabun Sahara, Daktarin, Fresh Natural dan Ting Ting Garuda.

Beberapa sinetron yang sukses ia bintangi antara lain: Dari Lubuk Hati, Jamila Binti Selangit, Sangkuriang, Juwita & Jelita, Kala Cinta Menggoda, Kado Romadhon, ABG, Pink, Liontin, dan Lain-lain.


Kehidupan pribadi

Arie pernah menikah dengan seorang  model dan pemain sinetron bernama Linda Ramadhanty pada tahun 2001. Pernikahan tersebut hanya berlangsung sekitar setahun dan berakhir dua bulan setelah Attayya Kaysa, buah hati mereka lahir.

Arie Dwi Andhika kemudian menikah dengan artis bernama Ardina Rasti pada hari Sabtu 20 Januari 2017 di The Lodge Golf, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Sehari sebelumnya Jum'at (19/1), mereka telah menggelar pengajian dan siraman di tempat yang sama.

Ardina Rasti yang merupakan Putri dari bintang film senior, Erna Santoso ini adalah anak ke-2 dari 2 bersaudara. Ia pernah membintangi beberapa sinetron dan film dan menjadi model video klip. Ia juga merambah jadi penyanyi dan telah mengeluarkan album perdananya.

Rasti pernah menjalin kasih dengan pesinetron Eza Gionino, namun hubungan mereka kandas. Pada bulan Oktober 2012, Rasti melaporkan Eza kepada pihak kepolisian atas tuduhan penganiayaan.


Film
  • 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu

Sinetron
  • Jamila Binti Selangit
  • Sangkuriang
  • Juwita & Jelita
  • Kala Cinta Menggoda
  • ABG
  • Roro Jonggrang
  • Pink
  • Liontin
  • Gio Dan Rio
  • Jangan Bilang Benci
  • Satu Hati Satu Cinta
  • Chelsea
  • Syarifa
  • Cinta Intan
  • Kasih dan Amara
  • Amira
  • Bayu Cinta Luna
  • Koboi cabe Rawit
  • Kesetiaan Cinta
  • Sinar
  • Saudara Oesman
  • Ganteng Ganteng Serigala
  • Pedang Naga Puspa
  • Kisah Idul dan Fitri

FTV
  • Petaka Gadis Pencuri Rumah Kosong
  • Cermin Kehidupan : Sopir Yang Dicintai Penduduk Langit (2016)
  • Cermin Kehidupan : Nyawa Haram Untuk Sang Ibu (2016)
  • Cermin Kehidupan : Tamu Dari Neraka (2016)
  • Cermin Kehidupan : Wanita Penjaga Wudhu (2016)
  • Pangeran Manja Masuk Kampung (2016)
  • Cermin Kehidupan : Belum Cukup Kubur (2016)
  • Tukang Ojek Dapat Jodoh Kaya (2016)
  • Istriku Pura Pura Baik Di Depanku (2017) sebagai Reno
  • Akibat Timbangan Tak Jujur (2017) sebagai Wahyu
  • 30 Hari Mencari Mantan (2017) sebagai Bram
  • Kisah Sedih Seorang Pembantu (2017)
  • Aku Menyesal Meninggalkan Suamiku (2017) sebagai Darma
  • Nayla, Anak Yang Terbuang (2017) sebagai Pras
  • Aku Rela Memberikan Anakku Pada Majikanku (2017) sebagai Fahri
  • Aku Istri Yang Egois (2017) sebagai Faiz
  • Romeo Juliet Narik Ojek (2017)
  • Rumah Tanggaku Dibayangi Mendiang Istri Suamiku (2017) sebagai Johan

Iklan
  • Fanta Merah
  • Sabun Sahara
  • Daktarin
  • Fresh Natural
  • Ting Ting Garuda
Baca Selengkapnya
Biodata Singkat Pahlawan Pejuang Bangka Belitung

Biodata Singkat Pahlawan Pejuang Bangka Belitung

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (disingkat Babel) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Februari 2001. Setelah dilantiknya Pj. Gubernur yakni H. Amur Muchasim, SH (mantan Sekjen Depdagri) yang menandai dimulainya aktivitas roda pemerintahan provinsi.


Abdul Somad Tholib

Sebelum bergabung dengan TRI Bangka, Abdul Somad Tholib menjadi anggota Heiho dan bertugas di Palembang. Ketika Heiho dibubarkan, Abdul Somad Tholib pulang ke kampung halamannya yakni Kampung Jawa Belinyu. Di Belinyu ia bersama sejumlah rekannya bergabung menjadi anggota TRI. Pada tanggal 14 Februari 1947, Abdul Somad Tholib gugur membela bangsa dalam usia antara 20-22 tahun.


Adam Cholik

Adam Cholik juga berasal dari Kampung Jawa Belinyu. Seperti halnya Abdul Samad Tholib, Adam Cholik juga pernah ditugaskan di Kota Palembang sebagai anggota Heiho. Ketika RI merdeka, Heiho dibubarkan, Adam Cholik dipulangkan ke kampung halamannya.


Ali Samid

Ali Samid adalah seorang putra Bangka yang berasal dari Desa Nibung Koba. Semasa pemerintahan Jepang, Ali Samid Muda pernah bekerja sebagai pegawai Doane (pegawai pelabuhan) di Kota Agung Lampung. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, Ali Samid pulang ke Koba. Mendengar kabar bahwa Belanda kembali akan menjajh negerinya, semangat juang Ali Samid bergelora. Ia kemudian bergabung dengan TRI yang dipimpin ayahnya yakni H Muhammad Nor.

Pada hari Kamis 14 Februari 1946, Ali Samid dan ayahnya H Muhammad Nor, berangkat ke Desa Petaling. Namun bapak dan anak ini ditempatkan dimedan perang yang terpisah. H Muhammad Nor bertugas memimpin pasukan di Km 16 Petaling sedangkan Ali Samid bergabung dengan TRI yang dipimpin oleh Kapten Munzir yang mengemban tugas menarik pasukan di Km 12 dan Km 16 untuk bertahan di Pangkalpinang. Namun tiba di Km 12, Ali Samid dan kawan-kawan diberondong senjata Belanda. Kamis, 14 Februari 1946 Ali Samid dan H Muhammad Nor gugur membela bangsa. Keduanya dimakamkan ditempat terpisah. H Muhammad Nor dimakamkan di TPU Desa Petaling, sedangkan Ali Samid dimakamkan satu lubang bersama sebelas pejuang lainnya di Km 12 Bukit Ma Andil.


A Madjid Gambang

A Madjid Gambang merupakan TRI dari kompi Belinyu, kelahiran Pangkalpinang, beliau seorang pejuang yang terkenal pemberani dan berwatak keras. Jiwa patriotiknya sudah tertanam sejak kecil. Selalu mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan keluarga. A Madjid Gambang termasuk TRI pilihan, bersam 19 orang TRI lainnya, ia masuk dalam jajran inti Pasukan Berani Mati (PBM) yamg bermarkas di belinyu pimpinan Kapten Saman Idris. Berdasarkan nama ke 20 orang anggota PBM yang dipimpin Kapten Saman Idris, A Madjid Gambang merupakan satu-satunya anggota PBM yang gugur di KM 12. Ia gugur dalam usia yang masih sangat muda, kurang lebih 21 tahun.


Apip Adi

Usianya diperkirakan sekitar 20 tahun. Apip Adi berasal dari Desa Air Duren Kecamatan Mendobarat. Menurut keterangan Yohansyah salah seorang keponakan Apip Adi, saat bertempur di Km 12, kondisis Apip Adi sedang tidah sehat badan. Sementara keterangan dari H Separdi dan Daud (alm), saat bertempur melawan Belanda, Apip Adi naik diatas pohon cempedak tak jauh dari sisi jalan. Beliau banyak menembak tewas tentara Belanda. Saat jenazahnya diketemukan, tubuh Apip Adi dipenuhi peluru. Ia tertembak saat sedang melakukan perlawanan sengit dari atas pohon cempedak.

Saya merasa ngeri saat melihat jenazah beliau. Tubuhnya dipenuhi bekas tembakan dan peluru. Ia seorang pejuang yang gigih takpantang menyerah,” kenang H Separdi yang mengaku hadir saat pemakaman Apip Adi dan 11 orang rekannya, pada hari Kamis malam 14 Februari 1946.


Batin Tikal
Batin TikalSejarah perjuangan yang telah dilakukan Batin Tikal pada masa perjuangannya di abad ke-18 yaitu pada tahun 1803, dimana terjadi pergantian kepempinan dari Sultan Baharuddin kepada Raden Hasan. Pada Saat itu, diangkatlah Tumenggung Kertawijaya yang memimpin Bangka, dan Tumenggung Kertawiya mengangkat Depati Bahrin. Juga pada masa itu diangkat pula jabatan Batin di wialayah Bangka yaitu Batin Tikal di Desa Gudang.

Bahrin diperkirakan lahir pada tahun 1770 -1775, sedangkan Batin Tikal lebih muda dari Bahrin kira-kira 1774 yang diangkat Sultan Badaruddin 2.

Batin adalah salah satu jabatan di suatu daerah dari Kesultanan Palembang, dimana Batin Tikal selaku sosok pejuang yang melawan penjajah melalui perang gerilya.

(Baca: "Biografi Pahlawan Batin Tikal - Panglima Perang Bangka")


Depati Amir

Depati Amir merupakan salah satu pejuang Bangka yang heroik. Semangat kepahlawanananya menggema hampir diseluruh tanah bangka. Depati Amir merupakan putra dari Depati Bahrin. depati amir aktif melawan penjajahan Belanda di Bangka. Karena geraknya yang sangat menghawatirkan akhirnya ia diasingkan di desa air mata Kupang, NTT.


Depati Bahrin

Saat terjadi pergantian kepempinan dari Sultan Baharuddin kepada Raden Hasan. Pada Saat itu, diangkatlah Tumenggung Kertawijaya  yang memimpin Bangka, dan Tumenggung Kertawiya mengangkat Depati Bahrin. Bahrin diperkirakan lahir pada tahun 1770 -1775.


Depati Hamzah

Depati Amir adalah putera sulung Depati Bahrin (Wafat tahun 1848), sedangkan Hamzah adalah adik atau saudara kandung Amir. Sebagai putera sulung, Amir menjadi Depati diangkat oleh Belanda karena ketakutan Belanda akan pengaruhnya yang besar di hati rakyat Bangka. Jabatan Depati yang diberikan Belanda kepada Amir atas daerah Mendara dan Mentadai kemudian ditolaknya, akan tetapi gelar Depati tersebut kemudian tetap melekat pada diri Amir dan kemudian kepada Hamzah karena kecintaan rakyat kepada keduanya, disamping kehendak kuat rakyat Bangka yang membutuhkan pigur Pemimpin. Sejak perlawanan rakyat Bangka dipimpin oleh Depati Bahrin (Tahun 1820-1828), Amir dan Hamzah sebagai putera Bahrin, sudah menjadi panglima Perang dan menunjukkan sikap kepemimpinan yang baik, yaitu sifat yang tegas, berani, cerdas dan cakap.Amir dan Hamzah membangun markas besarnya di daerah Tampui dan Belah serta di kaki Gunung Maras, namun secara pasti Pasukan terus berpindah dan bergerak diseluruh pelosok belantara Pulau Bangka. (Sumber)


Jamher

Berusia kurang lebih 22 tahun, berasal dari Pulau Jawa bertempat tinggal di Sungailiat dan pernah mendapat didikan Heiho di zaman Jepang. Di Sungailiat, bersama sejumlah teman-temannya, Jamher bergabung menjadi anggota TRI.

Sama seperti Ali Samid, Jamher merupakan anak buah Kapten Munzir yang diperintahkan untuk menarik pasukan di Km 12 dan Km 16 Petaling. Pada saat diberondong peluru Belanda di Km 12, Jamher masih sempat menyelamatkan seorang rekannya yang nyaris menjadi sasaran tembak tentara Belanda. Pada saat Belanda siap menembak seoarang temannya itu, Jamher yang pada saat itu sudah tertembak berteriak keras sambil melindungi rekannya. Saat Jenazahnya ditemukan, mulut Jamher tampak seperti tersenyum.


Kamsem

Berasal dari Semarang Jawa Tengah berumur antara 20-22 tahun. Kamsem ditugaskan ke Bangka bersama beberapa TRI dari Palembang untuk membantu kekuatan TRI di Bangka. Ia ditugaskan di Pangkalpinang dan bersama Kapten Munzir hendak menarik pasukan di Km 12 dan Km 16 Petaling.


Karto Saleh

Karto Saleh lahir di Desa Petaling Kecamatan Mendobarat, usianya kurang lebih 21 tahun. Ayahnya bernama Saleh asal Pulau Jawa yang saat itu menjadi penghulu di Desa Petaling. Sedangkan ibunya bernama Jar, Warga Desa Petaling. Saat terjadi pertempuran di Km 12, Karto yang merupakan anak buah Munzir Thalib ini mendapat perintah menarik pasukan TRI di Km 12 untuk kemudian bertahan di Kota Pangkalpinang. Namun begitu tiba di Km 12, Karto yang saat itu sebagai sopir yang membawa Munzir dan lima orang TRI lainnya langsung diberondong oleh tentara Belanda. Karto, putra Desa Petaling itu gugur di tempat. Beliau mengalami luka tembak di bagian kening, tepat diantara kedua matanya.


Salim Adok

Tak banyak yang mengetahui asal ususl beliau termasuk kiprah perjuangannya. Namun dalam catatan perjuangan Muchtar Cholik, Salim Adok merupakan anggota TRI Kompi Belinyu.


Saman Samin

Saman Samin berasal dari TRI Kompi Koba berumur kurang lebih 40 tahun. Beliau seorang putra Bangka, namun tidak diketahui pasti dari desa mana. Sebelum bergabung dengan TRI, Saman Samin hanya seorang petani. Karena dorongan semangat berjuang Saman Samin meninggalkan kebunnya dan berjuang bersama TRI. Kamis 14 Februari 1946, ia ditugaskan mendampingi Kapten Munzir untu menarik pasukan di Km 12 dan Km 16 Petaling.


Suardi Marsam alias Bugel

Jiwa patriotiknya mulai terpupuk saat ia menjadi anggota Heiho. Ketika Heiho dibubarkar, pejuang yang berasal dari Kampung Jawa Belinyu ini bergabung dengan TRI Kompi Belinyu. Suardi yang akrab dipanggil Bugel berwatak keras pantang menyerah. Ia pernah keluar dari TRI tanpa diketahui alasan yang jelas. Namun pada saat mengetahui rencana Belanda untuk kembali menguasai pulau Bangka, semangat patriotik suardi berkobar dan memutuskan untuk bergabung kembali dengan TRI. Ia gugur dalam usia yang masih muda, kurang lebih 22 tahun.


Sulaiman Saimin

Sulaiman Saimin adalah sosok pribadi pendiam namun memiliki semangat juang yang berkobar. Beliau juga mantan anggota Heiho dari Palembang dan kemudian bergabung dengan Kompi TRI Belinyu. Dalam perjalanan saat hendak menuju medan perang Km 12, Sulaiman sempat dicegat oleh Saimin ayahnya agar Sulaiman mengurungkan niatnya untuk bertempur. Namun demi sebuah perjuangan, Sulaiman putra Kampung Jawa Belinyu ini tidak menghiraukan bujukan ayahnya. Dia terus melanjutkan perjalanan ke Km 12 Petaling bersama TRI serta Pasukan Berani Mati dari Kompi Belinyu.

Beberapa hari sebelum berangkat ke Km 12 Petaling, Sulaiman berjanji dengan kekasihnya seorang warga keturunan, untuk menikahi gadis itu sepulang dari medan perang. Hal ini pula yang sebenarnya membuat ayah Sulaiman memeinta anaknya itu untuk tidak ikut bertempur lantarana hendak dikawinkan. Namun janji suci itu tidak tersampaikan, Sulaiman gugur setelah sebutir peluru menembus keningnya. Ia dikuburkan dalam satu lubang bersama 11 pejuang yang gugur lainnya. Ketika dilakukan penggalian dan pemindahan kerangka keduabelas pahlawan itu pada tanggal 8 November 1973, salah satu kerangka (tengkorak) yang masih dikenali oleh pihak keluarga pejuang adalah kerangka Sulaiman. Saat digali tengkorak kepalanya masih utuh dan ditemukan sebuah gigi emas yang masih melekat di rahang atas tengkorak. Gigi emas ini pula yang menjadi petunjuk bagi keluarganya mengenal tengkorak Sulaiman.


Sumber : Mokoginta Dasin, Ichsan dan Dody Hendriyanto. 2009. Palagan 12: Api Juang Rakyat Bangka. Pangkalpinang: CV Central Media Printing.
Baca Selengkapnya
Biografi Pahlawan Batin Tikal - Panglima Perang Bangka

Biografi Pahlawan Batin Tikal - Panglima Perang Bangka

Batin Tikal
Batin Tikal
Lukisan: Bachtiar Hafid
Repro: Mahaji Noesa
Batin Tikal adalah seorang pejuang pada masa penjajahan Belanda, dia dikenal karena kesaktiannya, walaupun Batin Tikal sudah tiada tetapi rambutnya masih tersimpan hingga sekarang dan diwariskan secara turun temurun kepada keturunannya. konon rambut tersebut tidak dapat tertembus oleh peluru.

Batin Tikal merupakan sosok pejuang yang telah mencurahkan usaha dan tenaganya dalam melawan konolialisme Belanda. Batin Tikal merupakan sosok pejuang sejati yang jujur dengan perjuangannya dalam melawan kolonial Belanda.

Sejarah perjuangan yang telah dilakukan Batin Tikal pada masa perjuangannya di abad ke-18 yaitu pada tahun 1803, dimana terjadi pergantian kepempinan dari Sultan Baharuddin kepada Raden Hasan. Pada Saat itu, diangkatlah Tumenggung Kertawijaya  yang memimpin Bangka, dan Tumenggung Kertawiya mengangkat Depati Bahrin. Juga pada masa itu diangkat pula jabatan Batin di wialayah Bangka yaitu Batin Tikal di Desa Gudang .

Bahrin diperkirakan lahir pada tahun 1770 -1775, sedangkan Batin Tikal lebih muda dari Bahrin kira-kira 1774 yang diangkat Sultan Badaruddin 2.

Batin adalah salah satu jabatan di suatu daerah dari Kesultanan Palembang, dimana Batin Tikal selaku sosok pejuang yang melawan penjajah melalui perang gerilya.


Literatur tentang Batin Tikal

Seorang pelaku sejarah, H. Idris yang merupakan seorang alim ulama terkenal saat itu (berasal dari Muntok) pernah menulis tentang literatur sejarah terkait perjuangan Batin Tikal melawan penjajah. Batin Tikal disebutkan melakukan perlawanan menentang penjajah saat itu, hingga akhirnya diasingkan Belanda ke Manado pada tahun 1861.

Selain terkait perjuangan Batin Tikal melawan bangsa penjajah saat itu, ada pula tulisan Tumengung Abang Muhammad Arifin. Dan tulisan tersebut pernah ditulis ulang oleh Tumengung Kertanegara pada tahun 1879 serta oleh Sultan Badaruddin II dan beberapa tokoh lainnya, terkait perjuangan Batin Tikal.

Keberadaan literatur tersebut hingga kini masih ada dan tersimpan di Kantor Arsip Nasional, termasuk perjuangan Batin Tikal saat peperangan melawan penjajah di Toboali, Bangka Kota, Sungai Selan, Kota Waringin, Kampung Puding Besar, Jebus dan Selat Bangka.


Rambut Batin Tikal

Mengenai rambut Batin tikal, keluarga besar almarhum Batin Tikal masih menyimpan bukti peninggalan berupa potongan rambut Batin Tikal yang dipotong oleh pihak kolonial penjajah. Karena, Belanda saat itu sulit menangkap Batin Tikal dan setelah dijebak dengan alasan untuk membahas permasalahan pembangunan jalan di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimbah saat ini, kemudian Batin Tikal ditangkap dan ditawan di Benteng Nieuw Amsterdam 1852-1864 hingga akhir hayat tidak pernah tunduk kepada pemerintah Belanda.


Diusulkan menjadi Pahlawan Nasonal

Berkat jasa dan pengabdian dan perjuangan mengusir kaum penjajah dari Pulau Bangka, Batin Tikal bakal diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah (Bateng) menjadi Pahlawan Nasional ke pemerintah pusat.

Terkait hal tersebut, Pemkab Bateng, pada tanggal 30 Agustus 2014 sudah secara resmi menetapkan melalui sidang Paripurna DPRD Bateng, dan selanjutnya akan mengajukan permohonan pemerintah pusat, untuk mengajukan Batin Tikal sebagai calon Pahlawan Nasional dari Provinsi Bangka Belitung.


Sumber:
Baca Selengkapnya
Biodata Shafa Harris - Putri Faisal Haris

Biodata Shafa Harris - Putri Faisal Haris

Shafa HarrisShafa Aliya Harris adalah putri dari pasangan Faisal Haris dan Sarita Abdul Mukti. Faisal Haris adalah pengusaha yang dikabarkan dengan Jennifer Dunn. Shafa merupakan anak ketiga dari empat bersaudara yang semuanya perempuan yakni Shania Salsabila, Shakilla Astari, dan Shabina Mecca.

Shafa Aliya Haris sempat membuat heboh publik ketika dirinya mengunggah video dirinya melabrak aktris bernama jennifer Dunn. Aksi berani Shafa tersebut dilakukan karena dirinya merasa kesal kepada Jennifer yang diduga merebut ayahnya dari ibunya. Shafa melabrak Jennifer saat bertemu di sebuah pusat perbelanjaan.

Kala itu Jennifer asyik mengantre hendak membeli yoghurt, Shafa tiba-tiba datang dan mendorong Jennifer hingga hampir tersungkur dan menjambak rambutnya. Aksi Shafa yang direkam saat itu pun menuai cukup banyak dukungan dari netizen.

Belakangan pemilik akun Instagram @shafaharris ini terkenal di jagat Instagram karena penampilannya yang terlihat sudah dewasa dan berani tampil beda dengan perempuan seusianya.

Banyak kabar yang beredar bahwa usia Shafa saat ini adalah 14 tahun, namun dalam akun Instagramnya, Shafa mengaku sudah berusia 16 tahun.  Meski usianya masih muda tapi Shafa sudah "berani" dan tahu soal style yang disukainya.

Meski asli Indonesia ia lebih banyak beraktivitas di Melbourne, Australia. Shafa tinggal dan sekolah di Australia sehingga mempengaruhi style sehari-harinya.
Baca Selengkapnya